Wall Street Datar
Agen13 "Setelah di awal perdagangan berada di zona merah, bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) berakhir datar pada penutupan perdagangan. Aksi beli mewarnai pasar saham di akhir masa perdagangan.
Kekhawatiran soal kondisi ekonomi di China masih menjadi pemicu belum semangatnya investor.
Saham-saham sektor energi naik, karena investor mulai masuk akibat naiknya harga minyak dari titik terendahnya dalam 6 tahun terakhir. Kemudian, saham Apple juga naik setelah kemarin turun lebih dari 3% akibat kekhawatiran omzetnya di China turun.
Pergerakan pasar saham di AS memang belum stabil, akibat langkah China yang dengan sengaja menurunkan mata uang yuan.
"China menjadi pengaruh utama dalam pergerakan. Untuk hari ini ada pembalikan arah, paling tidak untuk jangka pendek," kata Analis, Bucky Hellwig, dilansir dari Reuters, Kamis (13/8/2015).
Indeks Dow Jones turun tipis 0,33 poin ke 17.402,51. Indeks S&P naik tipis 1,98 poin (0,1%) ke 2.086,05. IndeksNASDAQ
naik tipis 7,6 poin (0,15%) ke 5.044,39.
Ada sekitar 8,2 miliar lembar saham yang ditransaksikan, di atas rata-rata harian sebanyak 7 miliar lembar saham.
Kekhawatiran soal kondisi ekonomi di China masih menjadi pemicu belum semangatnya investor.
Saham-saham sektor energi naik, karena investor mulai masuk akibat naiknya harga minyak dari titik terendahnya dalam 6 tahun terakhir. Kemudian, saham Apple juga naik setelah kemarin turun lebih dari 3% akibat kekhawatiran omzetnya di China turun.
Pergerakan pasar saham di AS memang belum stabil, akibat langkah China yang dengan sengaja menurunkan mata uang yuan.
"China menjadi pengaruh utama dalam pergerakan. Untuk hari ini ada pembalikan arah, paling tidak untuk jangka pendek," kata Analis, Bucky Hellwig, dilansir dari Reuters, Kamis (13/8/2015).
Indeks Dow Jones turun tipis 0,33 poin ke 17.402,51. Indeks S&P naik tipis 1,98 poin (0,1%) ke 2.086,05. IndeksNASDAQ
Ada sekitar 8,2 miliar lembar saham yang ditransaksikan, di atas rata-rata harian sebanyak 7 miliar lembar saham.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar