Pangkalpinang Kota Termahal di Indonesia Berdasar Angka Inflasi
Agen 13 - Badan Pusat Statistik Bangka Belitung merilis angka inflasi Pangkalpinang mencapai 3,18 persen pada Juli. Angka tersebut menjadikan kota Pangkalpinang daerah termahal se Indonesia berdasar angka inflasi.
Artinya lonjakan harga yang terjadi di ibu kota Provinsi Kepulauan Babel ini mengalahkan daerah paling terpencil seperti di Papua, pedalaman Kalimantan yang memang infrastrukturnya masih tertinggal jauh dari Pangkalpinang.
Sekadar mengingatkan predikat daerah termahal pada 2014 memang
dipegang Kabupaten Belitung, yang lebih dikenal dengan sebutan Negeri
Laskar Pelangi.
Selama 2014, Belitung mencatat lonjakan harga-harga barang konsumsi
(inflasi) sebesar 13,15 persen, mengalahkan Merauke (12,31 persen), yang
berada di posisi kedua. Pemkot melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan melakukan rapat koordinasi menanggapi hal tersebut.
"Dari rilis BPS, untuk Juli inflasi kita di level tertinggi mencapai
3,18 persen, karena untuk year on year (YOY)-nya kita di atas inflasi
nasional yakni 7,50 persen. Sementara inflasi nasional hanya 7,26
persen," kata Asisten II Pemkot Pangkalpinang, Fitriansyah, Selasa (18/7/2015.
Fitriansyah yang juga Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pangkalpinang mengaku pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan anggota TPID.
"Hadir saat itu Kepala BI Perwakilan Babel, Kepala Pelindo, Kepala BPS Pangkalpinang,
Kepala Bulog dan sejumlah Kepala SKPD terkait seperti dishub, dinas
kelautan dan perikanan, kantor ketahanan pangan dan dinas pertanian dan
peternakan," ungkap dia.Hasil rakor TPID memandang perlu pemanfaatan gudang pangan dan cold storage
guna mengantisipasi terjadinya gangguan ketersediaan pasokan karena
cuaca dan distribusi. Selain itu perlunya penganekaragaman konsumsi
bahan makanan seperti mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi ikan air
tawar selain ikan laut.
Fitriansyah menambahkan, hal-hal lain juga perlu dilakukan ialah
mendalami pengaturan tarif angkutan udara agar ke depan tidak
menimbulkan gejolak harga yang signifikan. Disamping itu juga, melakukan
antisipasi terhadap kemungkinan dampak topan El Nino terhadap
ketersediaan pangan.
"Selain itu, kita juga akan melakukan kajian terhadap tata niaga ikan
tangkap karena seringnya memberikan kontribusi terhadap inflasi dan
mengindentifikasi perkembangan harga dan kecukupan pasokan daging di Pangkalpinang," jelas dia.
Berdasarkan data yang didapat Bangka Pos dari 82 Kota IHK, BPS
mencatat hampir semua kota mengalami inflasi, hanya 2 kota saja yang
mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar
-0,63 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 3,18 persen, sedangkan terendah terjadi di Pematangsiantar sebesar 0,06 persen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar