Soal Ledakan Bom di Thailand, Indonesia Juga Diminta Waspada
Agen 13 -Bom berdaya ledak tinggi yang melanda Kuil Erawan, Thailand pada Senin (17/8/2015) yang lalu harusnya menjadi tantangan bagi Thailand dan negara-negara ASEAN yang lain. Ledakan itu menyebabkan 27 orang tewas.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, dalam keterangannya, Rabu (19/8/2015) .
"Saya mengecam pemboman Kuil Erawan Thailand. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Thailand
untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan mulai diterapkan
Desember 2015 ini. Perdamaian dan keamanan menjadi syarat mutlak agar
tujuan dari MEA itu sendiri tercapai," katanya.
Sukamta
mengatakan seharusnya soal perdamaian dan keamanan menjadi tantangan
bagi semua negara anggota MEA terhadap negara-negara anggotanya. Ia
tidak bisa bayangkan bagaimana MEA nanti jika masing-masing negara
anggotanya dirundung konflik. "Kita tidak berharap MEA menjadi kumpulan
negara-negara konflik," ungkapnya.
Politikus dari PKS ini mengatakan semua pihak tidak perlu
berspekulasi tentang siapa yang harus bertanggung jawab terhadap
pemboman ini. Ia meminta pemerintah Thailan untuk menginvestigasi kasus
ini.
"Di ASEAN selama ini khan dianut asas ‘not interfere’, negara ASEAN
tidak boleh ikut campur urusan dalam negeri negara ASEAN yang lain. Tapi
meskipun begitu perlu dipikirkan untuk ke depannya kita tinjau lagi
relevansi asas ini mengingat nanti jika MEA sudah dimulai semuanya
menjadi terbuka," ujarnya.
Menurutnya, akan sangat riskan jika MEA sudah berjalan namun tiap
negara anggota tidak bisa membantu penanganan konflik di negara anggota
yang lain, padahal itu bisa berdampak ke semua anggota MEA.
“Untuk saat ini kita dan pemerintah Indonesia sebaiknya fokus saja melindungi WNI di Thailand.
Sambil ke depannya Indonesia harus lebih waspada bukan hanya teroris
tapi juga waspada terhadap masalah ekonomi dan budaya. Pesan saya kepada
WNI di Thailand,
tingkatkanlah terus attitude menjadi warga asing yang baik. Biar
bagaimanapun WNI yang tinggal di luar negeri itu menjadi model iklan
Indonesia bagi negara-negara lain, baik langsung maupun tidak," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar