Penanganan Ledakan Tak Transparan, Media China Kecam Otoritas Tianjin
Agen13 "Korban tewas akibat ledakan dahsyat di kota pelabuhan Tianjin bertambah menjadi 112 orang. Media nasional China mengecam otoritas Tianjin atas kurangnya transparansi dalam penanganan ledakan dahsyat tersebut.
Media-media nasional China mendedikasikan editorialnya untuk menyuarakan rasa frustrasi warga Tianjin, kerabat korban maupun warga China secara keseluruhan atas lambannya penyampaian informasi soal ledakan dahsyat pada 12 Agustus lalu. Hal ini terkait upaya otoritas Tianjin dalam membatasi kritikan terhadap penanganan ledakan Tianjin dengan menangguhkan maupun menutup puluhan situs dan ratusan akun media sosial.
Seperti dilansir AFP, Senin (17/8/2015), media nasional sekelas Global Times yang sangat dipengaruhi oleh pemerintah, turut melontarkan kecaman dan kritikan terhadap kurangnya transparansi dari otoritas lokal.Global Times menyebut, hal ini bisa berdampak buruk pada pemerintah pusat.
"Selama belasan jam awal setelah ledakan, hanya terdapat sedikit informasi yang diberikan otoritas Tianjin. Tianjin tidak masuk pengecualian dalam hal upaya penanganan bencana yang tidak memadai," sebut Global Timesdalam editorialnya.
"Memberikan tanggapan kepada reporter seharusnya menjadi aktivitas rutin, jika pemerintah setempat menghadapi peristiwa besar di masa mendatang. Satu reaksi yang lamban bisa berdampak pada kerusuhan rumor. Dan pada akhirnya, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan terus berkurang," imbuh media yang dikenal dekat dengan Partai Komunis China ini.
Sedangkan surat kabar yang diterbitkan pemerintah, China Daily, menyebut masih banyak pertanyaan seputar ledakan dahsyat Tianjin yang belum terjadi. China Daily mengkritisi tidak jelasnya informasi dari otoritas Tianjin yang memicu ketakutan dan kekhawatiran atas kontaminasi zat kimia beracun yang disimpan di area pergudangan yang menjadi lokasi ledakan.
"Tidak mengejutkan, kurangnya informasi yang jelas berakibat pada munculnya teori konspirasi. Teori-teori konspirasi ini akan memicu pergunjingan hingga pemerintah mampu memecahkan misteri yang menyelimuti insiden ini dengan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan, yang mampu menjawab pertanyaan publik," sebut China Dailydalam editorialnya.
Media-media nasional China mendedikasikan editorialnya untuk menyuarakan rasa frustrasi warga Tianjin, kerabat korban maupun warga China secara keseluruhan atas lambannya penyampaian informasi soal ledakan dahsyat pada 12 Agustus lalu. Hal ini terkait upaya otoritas Tianjin dalam membatasi kritikan terhadap penanganan ledakan Tianjin dengan menangguhkan maupun menutup puluhan situs dan ratusan akun media sosial.
Seperti dilansir AFP, Senin (17/8/2015), media nasional sekelas Global Times yang sangat dipengaruhi oleh pemerintah, turut melontarkan kecaman dan kritikan terhadap kurangnya transparansi dari otoritas lokal.Global Times menyebut, hal ini bisa berdampak buruk pada pemerintah pusat.
"Selama belasan jam awal setelah ledakan, hanya terdapat sedikit informasi yang diberikan otoritas Tianjin. Tianjin tidak masuk pengecualian dalam hal upaya penanganan bencana yang tidak memadai," sebut Global Timesdalam editorialnya.
"Memberikan tanggapan kepada reporter seharusnya menjadi aktivitas rutin, jika pemerintah setempat menghadapi peristiwa besar di masa mendatang. Satu reaksi yang lamban bisa berdampak pada kerusuhan rumor. Dan pada akhirnya, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan terus berkurang," imbuh media yang dikenal dekat dengan Partai Komunis China ini.
Sedangkan surat kabar yang diterbitkan pemerintah, China Daily, menyebut masih banyak pertanyaan seputar ledakan dahsyat Tianjin yang belum terjadi. China Daily mengkritisi tidak jelasnya informasi dari otoritas Tianjin yang memicu ketakutan dan kekhawatiran atas kontaminasi zat kimia beracun yang disimpan di area pergudangan yang menjadi lokasi ledakan.
"Tidak mengejutkan, kurangnya informasi yang jelas berakibat pada munculnya teori konspirasi. Teori-teori konspirasi ini akan memicu pergunjingan hingga pemerintah mampu memecahkan misteri yang menyelimuti insiden ini dengan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan, yang mampu menjawab pertanyaan publik," sebut China Dailydalam editorialnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar