Senin, 10 Agustus 2015

Semenanjung Korea Memanas, Militer Korsel Siapkan Serangan Balasan


By : Angeltien



Agen13  -Situasi keamanan di Semenanjung Korea kembali memanas. Setelah ranjau darat meledak dan memakan korban dua tentara Korea Selatan (Korsel), pemerintah negara itu angkat suara dan menuduh Korea Utara (Korut) dibalik kejadian tersebut.
Pemerintah Korsel menuding militer Korut menanam ranjau yang memakan korban dua tentara patroli perbatasan Korsel mengalami cacat.
Kementerian Pertahanan Korsel mengancam akan membalas serangan ranjau Korut.

"Kami menyesalkan aksi Korea Utara memasang ranjau darat yang ditanam dengan maksud untuk membunuh tentara kami. Sungguh tidak bisa ditolerir militer musuh menyelinap melintasi perbatasan militer," tegas juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-Seok, Senin (10/8/2015).

Dijelaskan, buntut ledakan ranjau Korut, seorang prajurit menjalani amputasi kaki ganda, sementara yang lain kehilangan satu kaki.
Dia menyebut militer Korsel akan membuat serangan balasan ke Korut sebagai "bayaran untuk aksi provokasi itu." Tapi, dirinya tidak merinci serangan balasan apa yang akan diambil Korsel.
Sementara itu, Dan Pinkston, Pakar Komunikasi Politik International Korea dari International Crisis Group di Seoul mengatakan sangat sulit untuk melihat apa Korea Selatan dapat benar-benar melakukan serangan balasan.

Hingga kini masih belum ada tanggapan langsung dari Korut terhadap tuduhan bahwa militer  menanam ranjau darat di wilayah Korsel.
Serangan terakhir ke Korsel terjadi pada November 2010, ketika Korut Umenembaki pulau Yeonpyeong di perbatasan Korsel, dan menewaskan dua warga sipil dan dua tentara.
Tercatat, dua Korea ini terlibat konflik pada tahun 1950-53 dan berakhir dengan gencatan senjata dengan Perjanjian damai.
Perserikatan Bangsa-bangsa yang memonitor kesepakatan gencatan senjata mengatakan pada Senin (10/8/2015) bahwa telah dilakukan investigasi khusus terkait ledakan ranjau tersebut. Disimpulkan, militer Korut telah menanam ranjau dan menempatkannya di sebuah jalan patroli perbatasan Korsel.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar